Memilih divisi di Deloitte adalah langkah penting bagi kandidat yang ingin membangun karier di perusahaan Big-4 ini. Setiap divisi mulai dari Audit, Konsultasi, Pajak, dan Advisory memiliki karakteristik, ritme kerja, serta peluang karier yang berbeda. Memahami perbedaan inilah yang akan membantumu menentukan jalur karier yang paling cocok dengan kemampuan dan tujuan profesionalmu
Agar kamu tidak salah jurusan, berikut panduan lengkap memilih divisi di Deloitte.
Divisi Audit

Divisi Audit cocok untuk kamu yang suka analisis detail, angka, dan proses pemeriksaan laporan keuangan.
Tugas Utama
- Memeriksa laporan keuangan klien
- Menguji sistem kontrol internal
- Membuat audit working papers
- Berkoordinasi dengan tim finance klien
Cocok Untuk Kandidat Dengan…
- Kemampuan analitis kuat
- Ketelitian tinggi
- Kemampuan bekerja di bawah tekanan
Pros
- Karier sangat jelas dan terstruktur
- Exposure ke berbagai industri
- Pondasi kuat untuk karier finance
Cons
-
Musim audit = jam kerja padat
Divisi Konsultasi (Consulting)

Ini divisi paling strategis. Cocok untuk kamu yang menyukai problem solving dan presentasi.
Tugas Utama
- Menganalisis masalah bisnis
- Merancang solusi bisnis
- Presentasi kepada manajemen klien
- Project management
Cocok Untuk Kandidat Dengan…
- Komunikasi kuat
- Pemikiran strategis
- Kemampuan riset
Pros
- Impact langsung ke strategi perusahaan
- Peluang karier luas (corporate, tech, startup)
Cons
-
Project bisa demanding & deadline ketat
Mau mengenal lebih jauh tentang layanan konsultasi Deloitte?
Lihat di halaman resmi mereka: https://www2.deloitte.com/global/en/services/consulting.html
Divisi Pajak (Tax)

Divisi ini tepat untuk kamu yang suka regulasi, analisis, dan perhitungan pajak.
Tugas Utama
- Menyusun laporan pajak
- Tax planning
- Tax compliance
- Membantu klien menghadapi evaluasi pajak
Cocok Untuk Kandidat Dengan…
- Ketertarikan pada hukum & angka
- Skill analitis
- Kemampuan membaca regulasi
Pros
- Selalu dibutuhkan, stabil
- Peluang jadi konsultan pajak independen
Cons
- Regulasi sering berubah → perlu update terus
Divisi Financial Advisory

Divisi yang fokus pada transaksi besar perusahaan—M&A, valuasi, due diligence, dan risiko finansial.
Tugas Utama
- Menghitung valuasi bisnis
- Menilai risiko transaksi
- Melakukan due diligence
- Menangani kasus restrukturisasi
Cocok Untuk Kandidat Dengan…
- Minat finance mendalam
- Kemampuan modelling excel
- Pemahaman bisnis & investasi
Pros
- Skill sangat premium
- Peluang masuk ke investment banking atau private equity
Cons
-
Membutuhkan kemampuan finansial yang lebih kompleks
Cara Menentukan Divisi yang Paling Tepat untuk Kamu
1. Lihat background pendidikanmu
-
Akuntansi → Audit / Tax
-
Manajemen / Ekonomi → Consulting / Advisory
-
Teknik / STEM → Consulting (Tech)
2. Sesuaikan dengan kepribadian
-
Suka detail → Audit / Tax
-
Suka presentasi → Consulting
-
Suka analisis finansial → Advisory
3. Pertimbangkan karier jangka panjang
-
Mau corporate career → Consulting
-
Mau finance senior → Audit → CFO
-
Mau investasi → Advisory
4. Coba ikut virtual internship
Deloitte menyediakan banyak modul pembelajaran & simulasi.
Referensi: https://www2.deloitte.com/global/en/careers
FAQ: Memilih Divisi di Deloitte
1. Divisi mana yang paling mudah dimasuki untuk fresh graduate?
Audit dan Tax umumnya lebih terbuka untuk fresh graduate karena kebutuhan SDM lebih besar.
2. Divisi mana yang paling tinggi tekanan kerjanya?
Audit saat peak season, Consulting saat project intens, dan Advisory ketika menangani M&A besar.
3. Apakah bisa pindah divisi setelah bekerja?
Ya, sering disebut internal mobility. Banyak karyawan pindah dari Audit → Advisory atau Tax → Consulting.
4. Gaji divisi mana yang paling tinggi?
Umumnya Consulting dan Advisory, terutama di tingkat senior.
5. Apa yang harus dipersiapkan sebelum daftar ke Deloitte?
-
CV profesional
-
kemampuan komunikasi
-
pengetahuan dasar tentang layanan Deloitte
-
kemampuan analitis
Baca juga : Lingkungan karier di Deloitte Indonesia

