15 Jan 2026, Thu

Tips Mendapatkan Penjualan melalui Live Streaming TikTok

penjualan melalui live streaming TikTok dengan host mempromosikan produk secara langsung

Live streaming TikTok kini menjadi salah satu kanal paling efektif untuk meningkatkan penjualan online. Bukan hanya brand besar, UMKM hingga reseller pun bisa meraih omzet tinggi lewat fitur TikTok Live jika strategi yang digunakan tepat.

Namun, sekadar live tanpa perencanaan sering kali tidak menghasilkan penjualan. Karena itu, memahami tips mendapatkan penjualan melalui live streaming TikTok menjadi kunci utama.

1. Tentukan Tujuan Live Streaming Sejak Awal

Sebelum memulai live, pastikan tujuan kamu jelas, misalnya:

  • mengenalkan produk baru,

  • menghabiskan stok tertentu,

  • meningkatkan follower dan engagement,

  • mendorong penjualan flash sale.

Live dengan tujuan jelas akan lebih terarah dan tidak membingungkan audiens.

2. Pilih Waktu Live yang Tepat

Waktu live sangat memengaruhi jumlah penonton. Beberapa waktu yang umumnya efektif:

  • pukul 12.00–13.00 (jam istirahat),

  • pukul 19.00–22.00 (prime time).

Coba evaluasi performa live sebelumnya untuk menemukan jam terbaik audiensmu.

3. Gunakan Host yang Interaktif dan Komunikatif

penjualan melalui live streaming TikTok

Live TikTok bukan sekadar jualan, tapi hiburan + interaksi. Host yang baik mampu:

  • menyapa penonton satu per satu,

  • menjawab komentar secara real-time,

  • menjelaskan produk dengan bahasa sederhana,

  • menciptakan suasana akrab.

Semakin interaktif host, semakin lama penonton bertahan.

4. Tampilkan Produk Secara Jelas dan Realistis

Pastikan produk terlihat jelas dengan:

  • pencahayaan yang cukup,

  • kamera stabil,

  • demo penggunaan produk secara langsung,

  • close-up detail produk.

Kejujuran saat demo akan meningkatkan kepercayaan dan menurunkan risiko komplain.

Untuk mengetahui produk yang sedang trending dan paling laku di TikTok, kamu bisa memanfaatkan TikTok Creative Center yang menyediakan data real-time berdasarkan kategori, negara, dan periode tertentu.

5. Manfaatkan Fitur TikTok Live Shopping

Gunakan fitur keranjang kuning (Live Shopping) agar penonton bisa langsung membeli tanpa keluar dari live. Pastikan:

  • produk sudah ditautkan sebelum live,

  • harga dan stok sesuai,

  • variasi produk tertata rapi.

Semakin sedikit hambatan checkout, semakin tinggi konversi.

6. Buat Penawaran Khusus Selama Live

Dorong urgensi dengan penawaran eksklusif seperti:

  • diskon khusus live,

  • bonus pembelian,

  • flash sale dengan batas waktu,

  • free ongkir untuk penonton live.

Strategi ini efektif memicu pembelian impulsif.

7. Bangun Kepercayaan Lewat Interaksi & Testimoni

Penonton cenderung membeli jika melihat bukti sosial. Tampilkan:

  • testimoni pelanggan,

  • hasil before–after,

  • review jujur dari pembeli sebelumnya,

  • pengalaman penggunaan pribadi.

Konsep ini sejalan dengan pemasaran berbasis kepercayaan dan komunitas.

8. Konsisten dan Evaluasi Performa Live

Live TikTok yang sukses jarang terjadi dalam sekali coba. Lakukan:

  • live secara konsisten,

  • evaluasi jumlah penonton, durasi tonton, dan penjualan,

  • perbaiki gaya komunikasi dan penawaran.

Konsistensi akan membangun audiens setia dan meningkatkan penjualan jangka panjang.

Kesimpulan

Penjualan melalui live streaming TikTok bukan hanya soal ramai penonton, tetapi bagaimana membangun interaksi, kepercayaan, dan pengalaman belanja yang menyenangkan. Dengan strategi yang tepat mulai dari persiapan, host, hingga penawaran live TikTok bisa menjadi mesin penjualan yang sangat efektif.

Bagi brand dan UMKM, live streaming bukan lagi pilihan tambahan, melainkan bagian penting dari strategi pemasaran digital.

Strategi live streaming TikTok akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan community-driven marketing sebagai strategi pemasaran berbasis kepercayaan, sehingga interaksi dan konversi penjualan meningkat secara alami.

By Putri A